Budaya warung kopi di Aceh memang tidak pernah pudar. Bahkan warung kopi semakin membludak seiring dengan perkembangan zaman.
Dulu, selain tempat beristirahat, warung kopi di desa-desa di Aceh dijadikan sebagai tempat musyawarah, formal dan tidak formal. Maka tidak heran jika Anda mereka menghabiskan 1/7 waktu mereka di warung kopi.
Dengan semakin banyaknya warung kopi di Aceh, maka pemilik berusaha menarik pelanggannya dengan beraneka cara. Salah satunya adalah memanjakan pelanggan mereka dengan fasilitas internetan koneksi cepat. Untuk memanfaatkan fasilitas ini, yang dipersiapkan pelanggan hanya sebuah laptop dan mereka bisa online 24 jam.
Dengan adanya fasilitas internetan, warung kopi di Aceh, khususnya di kota Banda Aceh, banyak dimanfaatkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas kuliah. Mereka datang ke warung kopi dengan menjinjing sebuah laptop dan menghabiskan waktu tidak kurang dari 2 jam di depan monitor. Beristirahat sejenak, mereka bisa juga membuka jaringan komunikasi sosial seperti Facebook.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment